Tsa'labah bin Abdurrahman, Sahabat yang Jenazahnya Diiringi oleh Para Malaikat

Salah satu sahabat yang luar biasa kecintaannya terhadap Allah dan rosulullah yaitu Tsa'labah bin Abdurrahman. Ia merupakan seorang remaja. Akan tetapi kecintaannya kepada rosulullah bukan hanya di lidah saja. Ia sering diperintahkan rosulullah untuk menyelesaikan suatu urusan. Ia begitu diperintahkan nabi, jalannya begitu cepat. Alasannya adalah karena ia ingin cepat-cepat melihat wajah rosulullah saw. 

Suatu hari Tsa'labah diperintahkan untuk pergi ke ujung kota Madinah. Dan disaat ia melewati kota Madinah, ada sebuah rumah yang terbuat dari kayu. Kemudian ada angin yang menerpa pintu rumah tersebut dan disaat pintu terbuka, ada kamar mandi yang hanya tertutup oleh kain yang juga diterpa angin. Di dalam kamar mandi tersebut ada wanita yang sedang mandi. Tsa'labah tak sengaja melihat wanita tersebut langsung mengucapkan Istigfar. Ia menangis saat itu dan tidak berani kembali pada rosulullah. Ia berkata "Sungguh aku malu kepada Allah dan rosulullah". Kemudian Tsa'labah pergi mengikuti arah langkah kakinya entah kemana.

Rosulullah saw yang memerintahkan Tsa'labah pergi, menunggu Tsa'labah namun Tsa'labah tak kunjung tiba. Sehari tidak datang, 2 hari tidak datang, 3 hari tidak datang kemudian rosulullah bertanya kepada para sahabat, dimana Tsa'labah.  Sahabatpun tidak ada yang melihat Tsa'labah. Kemudian rosulullah mengutus Umar bin khattab dan Salman alfarizi untuk mencari Tsa'labah. Dicari Di kota madinah tidak ketemu, kemudian berkata "Ya rosulullah kami tidak menemukan Tsa'labah". Kemudian rosulullah memerintahkan untuk mencari Tsa'labah di bukit antara kota Mekah dan Madinah. Sampai di tempat tersebut, tidak ada orang disana. Namun ada gerombolan kambing, kemudian didekati para sahabat dan bertemulah dengan pengembala kambing tersebut. Kemudian para sahabat bertanya apakah pengembala tersebut melihat anak muda, jalannya cepat dan sifatnya periang. Namun kata pengembala tersebut "Disini memang setiap sore saya melihat anak muda, jalannya cepat namun ia tidak periang dan ia saya beri susu kemudian naik lagi ke atas". Terhitung sudah 40 hari Tsa'labah di atas bukit tersebut. 

Menjelang magrib turunlah seorang anak muda. Kemudian dibawa Tsa'labah pulang oleh para sahabat. Sampai di kota Madinah Tsa'labah semakin parah sakitnya. Karena sakit maka tidak langsung dibawa ke rosulullah tetapi diantarkan ke ibundanya.

Ketika rosulullah menjenguknya kemudian kepala Tsa'labah dibaringkan ke pangkuan rosulullah. Tsa'labah berkata "Ya rosulullah sungguh kepala ini tidak pantas dipangkuanmu yang suci" kemudian kepala Tsa'labah turun. Rosulullah bertanya "Kenapa ya Tsa'labah? ". Tsa'labah menjawab "Sungguh aku malu kepada Allah dan denganmu karena mata ini telah melihat yang haram ya rosullullah". Kemudian diceritakan semua oleh Tsa'labah. Rosulullah bertanya "Apa yang kau inginkan Tsa'labah". Tsa'labah berkata "Aku ingin Allah mengampuniku... Aku ingin kau ridho kepadaku ya rosulullah...". Dijawab rosulullah  "Allah mengampuni dan Allah ridho kepadamu". Setelah itu Tsa'labah meninggal dunia. Kemudian jenazah Tsa'labah dimandikan, dikafankan, disolatkan dan diantarkan ke kubur oleh rosulullah. Saat mengantarkan ke kuburan, para sahabat bertanya mengapa rosulullah jalan sampai berjinjit. Rosulullah berkata "Demi Allah para malaikat turun mengiring jenazahnya Tsa'labah sampai aku tidak punya tempat untuk berjalan". 

MasyaAllah :)

Sumber : video youtube Buya Yahya

Komentar

  1. Masyaallah tabarakallah, kita bisa banyak mengambil indah dari kisah2 para salafusholih 👍

    BalasHapus

Posting Komentar